Keistimewaan Orang Berpuasa
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"
Anak-anaku sekalian yang bapak sayangi…
Alhamdulillah sekarang kita sudah sampai pada hari yang keduapuluh empat berpuasa, yang berarti tinggal
Sekarang kita memasuki di sepuluh terakhir bulan ramadhan, yang berarti bulan pembebasan diri kita dari siksa api neraka. Ustad mau tanya dulu ni, kalau 10 hari diawal bulan dinamakan bulan penuh…., kemudian 10 hari dipertengahan dinamakan bulan penuh …..
Bulan Ramadhan adalah bulan bertuah, bulan ibadah, bulan mujahadah, bulan rohmah, bulan maghfiroh, bulan al-Qur’an dan bulan Lailatul Qodr. Mari kita manfaatkan bulan suci yang hanya terjadi setahun sekali ini dengan banyak beribadah, memberi nasehat dan saling memaafkan.
· Syahrul Qura, dalam bulan suci Ramadhan minimal kita telah mentamatkan atau khatam 30 juz Al-Qur'an dalam satu bulan dan sebaik-baiknya khatam 30 juz dalam 3 hari.
· Syahrul Ibadah, dalam bulan suci Ramadhan semua ibadah dilipatgandakan sebagai motivasi beribadah dan pembiasaan untuk bulan-bulan selanjutnya
· Syahrul Sabar, dalam bulan suci Ramadhan kita dituntut untuk sabar baik dalam waktu maupun dalam ibadah sehingga kita termasuk orang yang berpuasa Khasul Khasah (bukan hanya menahan lapar dan haus akan tetapi berpuasa dengan hati.
Anak-anakku sekalian…
Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah bulan yang lebih baik daripada 1000 bulan, dimana amalan sunah menjadi pahala wajib, amalan wajib dilipatgandakan pahalanya menjadi 70 kali lipat. Allah akan memberikan rizki kepada orang yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa bahkan pahalanya sama persis seperti orang yang berpuasa tadi. Allah juga akan memberikan perlakuan khusus bagi orang yang berpuasa yaitu Surga Rayyan.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu ‘al-Rayan’ yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan (oleh pintu tersebut): ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut. Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya.”
(HR. Muslim, dari Sahl Ibn Sa’d).
Jadi, dalam surga mempunyai banyak pintu, bagi mereka yang termasuk ahli salat, maka akan dipanggil dari pintu al-Shalah. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu al-Jihad. Barangsiapa termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu al-Rayyan. Dan barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka akan dipanggil dari pintu al-Shadaqah. Abu Bakar lantas berkata, ‘Demi engkau dan ibuku (ummul mukminin), ya, Rasulullah! Apakah seseorang harus dipanggil dari pintu-pintu itu, dan adakah seseorang yang dipanggil dari pintu-pintu itu seluruhnya?’ Rasulullah menjawab, ‘Iya. Dan aku berharap semoga engkau termasuk dari mereka.” (HR. al-Bukhari).
Puasa termasuk salah satu ajaran terpenting Islam. Rasulullah saw. menegaskan bahwa puasa merupakan salah satu dari
Karena pentingnya puasa, tingginya kedudukan, dan besarnya manfaat bagi jasmani dan mental itulah Allah mewajibkan puasa kepada manusia melalui ajaran Islam. Juga, melalui ajaran-ajaran samawi terdahulu, sebelum Islam. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla:
"Hai orang-orang beriman! Puasa diwajibkan atasmu sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelummu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa" (QS. al-Baqarah/2: 183).
Puasa merupakan penyucian jiwa, peninggian spirit; mengajarkan kepada manusia bagaimana mengangkat diri dari derajat hewan yang kebutuhannya hanya memenuhi perut; makan dan minum, mengajarkan kepada manusia bagaimana meninggikan diri mereka sampai ke derajat para malaikat yang menjadikan kedekatan kepada Allah, ibadah, dan takwa kepada-Nya sebagai makanan bagi ruh mereka. Puasa mendidik untuk membiasakan sifat sabar, mengekang hawa nafsu, membiasakan untuk menanggung beban berat, dan tabah dalam menghadapi liku-liku kehidupan.
Puasa menumbuhkan keutamaan sifat amanah dan ikhlas dalam berbuat; beribadah hanya karena Allah, bukan karena mengharapkan pujian dan mencari muka.
Dalam hadis tersebut Nabi Saw menerangkan keutamaan puasa dan kedudukan orang-orang yang berpuasa di sisi Allah. Atas keikhlasan dan kesabaran mereka dalam menjalankan ibadah puasa-dengan menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu dengan sekuat tenaga, maka Allah mengistimewakan mereka dengan memasukkan mereka ke dalam surga melalui pintu khusus yang bernama “Al-Rayyan”. Kata ini berasal dari bentuk infinitif al-ray yang berarti pengairan, segar, dan juga pemandangan yang indah. Nama ini sesuai dengan keadaan orang-orang puasa yang menahan dirinya dari makan dan minum. Dan dahaga inilah yang lebih dominan dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa dibanding rasa lapar.
Hal itu merupakan penghormatan dari Allah, Sang Pemelihara Alam kepada orang-orang yang berpuasa. Juga merupakan balasan bagi mereka atas keikhlasan menjalankan ibadah. Telah dimaklumi bahwa Allah akan menanggung pahala orang-orang yang berpuasa, sebagaimana dalam sebuah hadis:“Puasa untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya.”
Tujuan Puasa
Tujuan puasa sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur’an
Apa sih itu taqwa. Taqwa itu terdiri dari 4 huruf, ta, qof, wau, dan ya. Huruf Ta artinya tawadhu (rendah hati), qof artinya qonaah (merasa puas dengan yang diberikan allah), huruf wau artinya waro (gemar pada urusan akhirat), dan huruf ya artinya yaqin.
Menurut Imam Ghazali : Taqwa di dalam Al- Quran disebut dalam tiga pengertian
Pertama : Takut dan malu
Kedua : Taat dan beribadah
Ketiga : membersihkan hati dari dosa, dan yang terakhir adalah taqwa yang sejati.
Demikianlah ringkasan pengertian taqwa dari huraian Imam Ghazali.
secara umum, taqwa ialah satu perkataan yang mengungkapkan penghindaran diri dari kemurkaan Allah SWT dan siksaNya. Yakni dengan melaksanakan segala apa yang diperintahkanNya dan menahan diri dari melakukan segala laranganNya.
Ciri-ciri orang bertaqwa kemudian dijelaskan Allah dalam Al Qur’an:
1. Suka minta ampun kepada Allah (Ali Imron: 133-135)
2. Suka menafkahkan hartanya di jalan Allah
3. Suka menahan amarah
4. Suka berbuat kebajikan
Hakikat taqwa ialah Tuhan melihat kehadiranmu dimana DIA telah melarangmu. Tuhan tidak kehilangan kamu dimana DIA telah memerintahkanmu.
Diungkapkan bahwa " Allah SWT akan selalu memudahkan urusan Hamba-Nya, apabila hamba tersebut benar-benar mau bertaqwa kepada-Nya, dan Allah SWT akan menutup kedua mata dan telinga hamba tersebut apabila mereka tidak pernah ingat kepada-Nya."
Menurut hemat kami, arti taqwa disini adalah kita selalu diperintahkan oleh Allah SWT untuk selalu meningkatkan nilai ketaqwaan kita kepada-Nya. Baik di saat kita senang, susah, pada waktu lapang maupun sempit. Termasuk di dalamnya kita selalu tabah apabila kita menghadapi suatu musibah, karena dalam hati kita sudah dipatri untuk selalu optimis bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya melebihi kemampuan dan kekuatan hamba tersebut.
Mari kita tingkatkan nilai ketaqwaan kita. Termasuk mempererat persahabatan di dunia nyata dan maya yang terkait dengan kebenaran dan semata-mata ingin mendapat ridlo dari Allah SWT, itu juga termasuk daripada nilai-nilai Taqwa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar