Selasa, 02 Februari 2010

Membangkitkan Motivasi Peserta Didik

MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR
PESERTA DIDIK

I. Pendahuluan
Motivasi merupakan faktor internal psikologis yang sangat berperan dalam proses belajar. Seorang siswa akan mau dan tekun dalam belajar atau tidak sangat tergantung pada motivasi yang ada pada dirinya. Baik itu motivasi intrinsik (motivasi yang timbul di dalam dirinya) seperti ingin memperoleh pengetahuan dan keterampilan, dan motivasi ekstrinsik (motivasi yang datang dari luar dirinya) seperti belajar karena takut kepada guru, ingin memperoleh nilai tinggi, dan lain-lain.
Siswa yang mempunyai motivasi dalam belajar, akan terdorong terus untuk tekun dalam belajar; sebaliknya siswa yang tanpa motivasi, ia hanya tergerak untuk mau belajar tetapi sulit untuk bisa terus tekun karena memang tidak ada motivasi dalam dirinya.
Begitu pentingnya motivasi dalam belajar, di makalah yang ringkas ini kami akan menjelaskan bagaimana membangkitkan motivasi pada anak didik, dan juga perangsang dalam belajar.
II. Pembahasan
A. Membangkitkan Motivasi
Motivasi berasal dari kata motivate-motivation banyak digunakan dalam berbagai bidang dan situasi. Dalam makalah ini, tentunya motivasi dimaksudkan untuk bidang pendidikan khususnya untuk kegiatan belajar mengajar.
Motivasi menurut Thomas M. Risk adalah usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif-motif pada diri peserta didik yang menunjang kegiatan ke arah tujuan-tujuan belajar.
Sedang menurut S. Nasution motivasi adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga anak itu melakukan apa yang dapat dilakukannya.
Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
Motivasi sangat berperan dalam belajar karena dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun dalam proses belajar, dan dengan motivasi itulah kualitas hasil belajar siswa juga kemungkinannya dapat diwujudkan. Siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. Kepastian itu dimungkinkan oleh sebab adanya ketiga fungsi motivasi sebagai berikut :
a. Pendorong orang untuk berbuat dalam mencapai tujuan.
b. Penentu arah perbuatan yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.
c. Penseleksi perbuatan sehingga perbuatan orang yang mempunyai motivasi senantiasa selektif dan tetap terarah kepada tujuan yang ingin dicapai.
Berkaitan dengan upaya guru untuk membangkitkan motivasi peserta didik sebenarnya tidak ada langkah-langkah atau prosedur yang standar. Di bawah ini penulis mencoba menyajikan beberapa prinsip dan prosedur yang perlu mendapat perhatian agar tercapai perbaikan-perbaikan dalam motivasi.
1) Peserta didik ingin bekerja dan akan bekerja keras bila ia berminat terhadap sesuatu. Ini berarti bahwa hasil belajar lebih baik jika peserta didik dibangkitkan minatnya antara lain:
- Membangkitkan kebutuhan dalam pada diri peserta didik seperti kebutuhan psikis, jasmani, sosial, dan sebagainya. Rasa kebutuhan ini akan menimbulkan keadaan labil, ketidakpuasan yang memerlukan pemuasan.
- Pengalaman-pengalaman yang ingin ditanamkan pada peserta didik hendaknya didasari oleh pengalaman-pengalaman yang sudah dimiliki.
- Beri kesempatan berpartisipasi untuk mencapai hasil yang baik atau yag diinginkan. Tugas-tugas harus disesuaikan dengan kesanggupan peserta didik.
- Menggunakan alat-alat peraga dan berbagai metode mengajar.
2) Usahakan agar peserta didik selalu mendapat informasi kemajuan dan hasil-hasil yang dicapainya, janganlah menganggap kenaikan kelas sebagai alat motivasi yang utama. Pengetahuan akan kemajuan dan hasil belajar itu akan memperbesar kegiatan belajar dan memperbesar minat.
3) Hadiah biasanya menghasilkan sesuatu yang lebih baik daripada hukuman. Kendatipun demikian ada kalanya beberapa jenis hukuman dapat digunakan.
4) Manfaatkan cita-cita, sikap-sikap dan rasa ingin tahu peserta didik. Pada umumnya masa pra adolesen dan permulaan adolesen memiliki cita-cita yang tinggi dan sering memberi respons dalam bentuk kerjasama, permainan, kerajinan dan sebagainya. Rasa ingin tahu peserta didik merupakan motivator yang berharga jika guru mampu membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik, dorongan itu akan menghasilkan usaha-usaha yang menakjubkan.
5) Setiap individu ingin sukses berprestasi dalam usahanya. Dan kalau sukses tercapai akan menambah kepercayaan kepada diri sendiri, jika ia tidak sukses akan berupaya bagaimana sukses itu dapat dicapai.
6) Suasana yang menggembirakan dan kelas yang menyenangkan akan mendorong partisipasi peserta didik, sehingga proses pengajaran berlangsung dengan baik peserta didik akan menyenangi sekolah, dan jika peserta didik senang dengan sekolah, hasil belajar akan meningkat. Sekolah yang menyenangkan adalah yang padanya banyak terjadi pengajaran yang baik.
7) Motivasi adalah alat pengajaran, bukan tujuan, dan untuk kesempurnaannya memerlukan perhatian setiap individu.
8) Pada peserta didik disarankan supaya dapat memotivasi dirinya sendiri sehingga timbul usaha yang tinggi dalam belajar.

B. Perangsang Dalam Pembelajaran
Yang dimaksud dengan perangsang disini adalah segala sesuatu baik berupa benda atau bukan yang dapat digunakan oleh guru untuk dapat memotivasi anak didik dalam belajar. Jadi, antara motivasi dan perangsang masih saling berhubungan erat, dimana dalam memotivasi anak didik dibutuhkan adanya perangsang, atau sebaliknya perangsang dapat digunakan untuk memotivasi peserta didik.
Seorang anak didik yang telah memiliki motivasi dalam belajar tidak memerlukan lagi perangsang, akan tetapi bagi anak didik yang belum memiliki motivasi, maka perangsang sangatlah diperlukan, disinilah guru sangat berperan dalam memberikan rangsangan kepada mereka yang belum memiliki motivasi.
Adapun macam-macam perangsang dalam pembelajaran antara lain:
a) Pujian
b) Celaan
c) Hukuman
d) Hadiah
e) Persaingan
f) Kerjasama, dan sebaganya.





III. Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa motivasi sangatlah berperan dalam belajar karena dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun dalam belajar, dan dengan motivasi itu pulalah kualitas hasil belajar siswa juga kemungkinannya dapat diwujudkan.
Antara motivasi dan perangsang masih saling berhubungan erat, dimana dalam memotivasi anak didik dibutuhkan adanya perangsang; atau sebaliknya perangsang dapat digunakan untuk memotivasi anak didik. Seorang guru dapat menggunakan pujian, celaan, hukuman, hadiah, persaingan, kerjasama, dan lain sebagainya dalam merangsang anak didiknya.







DAFTAR PUSTAKA

Darajat, Zakiah, dkk, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1995, Cet. ke-1

Purwanto, Ngalim, M., Drs., MP, Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1994, Cet. ke-9

Rohani HM, Ahmad, Drs., Ahmadi, Abu, Drs., H, Pengelolaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1995

Sabri, Alisuf, H.M., Drs., Psikologi Pendidikan, Jakarta: CV Pedoman Ilmu Jaya, 1996, Cet. ke-2

Soemanto, Wasty, Drs., Psikologi Pendidikan, Malang: Rineka Cipta, 1990, Cet. ke-3

Walgito, Bimo, Prof. Dr., Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta: Andi Offset, 1997, Cet. ke-5

Minggu, 10 Januari 2010

Keistimewaan Orang Berpuasa

Keistimewaan Orang Berpuasa


"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"

Anak-anaku sekalian yang bapak sayangi…

Alhamdulillah sekarang kita sudah sampai pada hari yang keduapuluh empat berpuasa, yang berarti tinggal lima hari lagi kita akan menyelesaikan kewajiban kita berpuasa, bagaimana masih semangat semuanya?

Sekarang kita memasuki di sepuluh terakhir bulan ramadhan, yang berarti bulan pembebasan diri kita dari siksa api neraka. Ustad mau tanya dulu ni, kalau 10 hari diawal bulan dinamakan bulan penuh…., kemudian 10 hari dipertengahan dinamakan bulan penuh …..

Bulan Ramadhan adalah bulan bertuah, bulan ibadah, bulan mujahadah, bulan rohmah, bulan maghfiroh, bulan al-Qur’an dan bulan Lailatul Qodr. Mari kita manfaatkan bulan suci yang hanya terjadi setahun sekali ini dengan banyak beribadah, memberi nasehat dan saling memaafkan.

Ada beberapa panggilan bulan suci Ramadhan yaitu:

· Syahrul Qura, dalam bulan suci Ramadhan minimal kita telah mentamatkan atau khatam 30 juz Al-Qur'an dalam satu bulan dan sebaik-baiknya khatam 30 juz dalam 3 hari.

· Syahrul Ibadah, dalam bulan suci Ramadhan semua ibadah dilipatgandakan sebagai motivasi beribadah dan pembiasaan untuk bulan-bulan selanjutnya

· Syahrul Sabar, dalam bulan suci Ramadhan kita dituntut untuk sabar baik dalam waktu maupun dalam ibadah sehingga kita termasuk orang yang berpuasa Khasul Khasah (bukan hanya menahan lapar dan haus akan tetapi berpuasa dengan hati.

Anak-anakku sekalian…

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah bulan yang lebih baik daripada 1000 bulan, dimana amalan sunah menjadi pahala wajib, amalan wajib dilipatgandakan pahalanya menjadi 70 kali lipat. Allah akan memberikan rizki kepada orang yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa bahkan pahalanya sama persis seperti orang yang berpuasa tadi. Allah juga akan memberikan perlakuan khusus bagi orang yang berpuasa yaitu Surga Rayyan.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu ‘al-Rayan’ yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan (oleh pintu tersebut): ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut. Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya.”

(HR. Muslim, dari Sahl Ibn Sa’d).

Jadi, dalam surga mempunyai banyak pintu, bagi mereka yang termasuk ahli salat, maka akan dipanggil dari pintu al-Shalah. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu al-Jihad. Barangsiapa termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu al-Rayyan. Dan barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka akan dipanggil dari pintu al-Shadaqah. Abu Bakar lantas berkata, ‘Demi engkau dan ibuku (ummul mukminin), ya, Rasulullah! Apakah seseorang harus dipanggil dari pintu-pintu itu, dan adakah seseorang yang dipanggil dari pintu-pintu itu seluruhnya?’ Rasulullah menjawab, ‘Iya. Dan aku berharap semoga engkau termasuk dari mereka.” (HR. al-Bukhari).

Puasa termasuk salah satu ajaran terpenting Islam. Rasulullah saw. menegaskan bahwa puasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang menjadi pilar agama ini. Nabi saw. bersabda: "Islam dibangun di atas lima pilar: Kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan salat, membayar zakat, puasa Ramadan, dan haji ke Baitullah bagi yang mampu menempuh perjalanannya".

Karena pentingnya puasa, tingginya kedudukan, dan besarnya manfaat bagi jasmani dan mental itulah Allah mewajibkan puasa kepada manusia melalui ajaran Islam. Juga, melalui ajaran-ajaran samawi terdahulu, sebelum Islam. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla:

"Hai orang-orang beriman! Puasa diwajibkan atasmu sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelummu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa" (QS. al-Baqarah/2: 183).

Puasa merupakan penyucian jiwa, peninggian spirit; mengajarkan kepada manusia bagaimana mengangkat diri dari derajat hewan yang kebutuhannya hanya memenuhi perut; makan dan minum, mengajarkan kepada manusia bagaimana meninggikan diri mereka sampai ke derajat para malaikat yang menjadikan kedekatan kepada Allah, ibadah, dan takwa kepada-Nya sebagai makanan bagi ruh mereka. Puasa mendidik untuk membiasakan sifat sabar, mengekang hawa nafsu, membiasakan untuk menanggung beban berat, dan tabah dalam menghadapi liku-liku kehidupan.

Puasa menumbuhkan keutamaan sifat amanah dan ikhlas dalam berbuat; beribadah hanya karena Allah, bukan karena mengharapkan pujian dan mencari muka.

Dalam hadis tersebut Nabi Saw menerangkan keutamaan puasa dan kedudukan orang-orang yang berpuasa di sisi Allah. Atas keikhlasan dan kesabaran mereka dalam menjalankan ibadah puasa-dengan menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu dengan sekuat tenaga, maka Allah mengistimewakan mereka dengan memasukkan mereka ke dalam surga melalui pintu khusus yang bernama “Al-Rayyan”. Kata ini berasal dari bentuk infinitif al-ray yang berarti pengairan, segar, dan juga pemandangan yang indah. Nama ini sesuai dengan keadaan orang-orang puasa yang menahan dirinya dari makan dan minum. Dan dahaga inilah yang lebih dominan dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa dibanding rasa lapar.

Hal itu merupakan penghormatan dari Allah, Sang Pemelihara Alam kepada orang-orang yang berpuasa. Juga merupakan balasan bagi mereka atas keikhlasan menjalankan ibadah. Telah dimaklumi bahwa Allah akan menanggung pahala orang-orang yang berpuasa, sebagaimana dalam sebuah hadis:“Puasa untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya.”

Tujuan Puasa

Tujuan puasa sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 183, adalah laallakum tattaqun. (agar kalian bertaqawa)

Apa sih itu taqwa. Taqwa itu terdiri dari 4 huruf, ta, qof, wau, dan ya. Huruf Ta artinya tawadhu (rendah hati), qof artinya qonaah (merasa puas dengan yang diberikan allah), huruf wau artinya waro (gemar pada urusan akhirat), dan huruf ya artinya yaqin.

Menurut Imam Ghazali : Taqwa di dalam Al- Quran disebut dalam tiga pengertian

Pertama : Takut dan malu

Kedua : Taat dan beribadah

Ketiga : membersihkan hati dari dosa, dan yang terakhir adalah taqwa yang sejati.

Demikianlah ringkasan pengertian taqwa dari huraian Imam Ghazali.

secara umum, taqwa ialah satu perkataan yang mengungkapkan penghindaran diri dari kemurkaan Allah SWT dan siksaNya. Yakni dengan melaksanakan segala apa yang diperintahkanNya dan menahan diri dari melakukan segala laranganNya.

Ciri-ciri orang bertaqwa kemudian dijelaskan Allah dalam Al Qur’an:

1. Suka minta ampun kepada Allah (Ali Imron: 133-135)

2. Suka menafkahkan hartanya di jalan Allah

3. Suka menahan amarah

4. Suka berbuat kebajikan


Hakikat taqwa ialah Tuhan melihat kehadiranmu dimana DIA telah melarangmu. Tuhan tidak kehilangan kamu dimana DIA telah memerintahkanmu.


Diungkapkan bahwa " Allah SWT akan selalu memudahkan urusan Hamba-Nya, apabila hamba tersebut benar-benar mau bertaqwa kepada-Nya, dan Allah SWT akan menutup kedua mata dan telinga hamba tersebut apabila mereka tidak pernah ingat kepada-Nya."

Menurut hemat kami, arti taqwa disini adalah kita selalu diperintahkan oleh Allah SWT untuk selalu meningkatkan nilai ketaqwaan kita kepada-Nya. Baik di saat kita senang, susah, pada waktu lapang maupun sempit. Termasuk di dalamnya kita selalu tabah apabila kita menghadapi suatu musibah, karena dalam hati kita sudah dipatri untuk selalu optimis bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya melebihi kemampuan dan kekuatan hamba tersebut.

Mari kita tingkatkan nilai ketaqwaan kita. Termasuk mempererat persahabatan di dunia nyata dan maya yang terkait dengan kebenaran dan semata-mata ingin mendapat ridlo dari Allah SWT, itu juga termasuk daripada nilai-nilai Taqwa.

wisuda diploma 2